
Firman Tuhan yang saya baca dari Matius 1 pagi ini ada 2 orang yang disebut sebagai "Bapa Allah"
Mat 1: 1 : "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham" .
Sungguh hal yang luar biasa ke dua orang tokoh Alkitab diatas (Daud dan Abraham) di sebut sebagai Bapa dari Allah. Memang Yesus (Allah , yang menjadi manusia) adalah keturunan Abraham dan Daud, tetapi mengapa Alkitab dengan sangat lugas dan jelas serta menekankan bahwa Yesus Kristus anak Daud, nak Abraham.
Secara singkat kalau kita melihat siapa kedua tokoh ini ada satu kesamaan yang mereka miliki yaitu keduanya adalah orang-orang yang sangat bergaul akrab dengan Tuhan semasa hidupnya, mereka adalah orang-orang yang senantiasa setia kepada Allah sepanjang hidupnya.
Meskipun Abraham dan Daud tentunya juga manusia yang tidak sempurna, sepanjang hidupnya juga diwarnai dengan beberapa dosa dan kesalahan yang mereka lakukan. Kita tahu bagaimana Abraham salah dalam mengambil keputusan dengan menjadikan hagar sebagai istri, melakukan kebohongan karena ketakutannya di tanah Mesir (Kej. 12) tetapi Tuhan sendiri mengingatkan kebohongannya melalui Raja Firaun (Kej 2 : 17 - 19). Tetapi bagaimana kesetiaan Abrahan telah teruji dimana sepanjang hidupnya ia tidak penah berpaling dari pada Allah bahkan kesetiaannya ketika Allah mengujinya untuk mengorbankan anak yang telah dijanjikan Allah kepadanya(Ishak).
Demikian juga dengan Daud kesetiannya kepada Allah sampai akhir masa hidupnya, Bagaimana iman dan dan kasihnya kepad Allah semasa mudanya (lihat bagaiman responnya ketika Goliath menghina Allah), Bagaimana ketakutannya akan Tuhan Allah bahkan ia sendiri tidak berani menyentuh Saul sebagai orang yang telah diurapi Allah meskipun Saul sendir dengan segala macam cara ingin melenyapkan Daud dan Daud memiliki beberapa kali kesempatan untuk melakukan hal itu (1 Sam 24 dan 1 Sam 26). Bagaimana kerinduan hati Daud untuk bisa mendirikan Bait Suci Allah, meskipun Allah sendiri tidak mengijinkannya.
Sama seperti Abraham, Daud sendiri juga tidak luput dari dosa, dosa perselingkuhan nya dengan Betsyeba dan pembunuhan berencana terhadap Uria (Suami Betsyeba), dosa keangkuhan terhadap prestasin dan kejayaannya selama masa memerintah sebagai Raja orang Israel (2 Sam 24), Tetapi bagimana Ia begitu menyesali dan sangat menyesal atas setiap dosa yang telah dilakukannya. Bagaimana Ia begitu berkabung atas doa yang dilakukannya terhadap Betsyebad an uria, atau bagaimana ia berdebar-debar dan merasa sangat telah berdosa atas kesombongannya ( 2 Sam 21 : 10).
Bagaimana kedua tokoh ini begitu mencintai, takut dan taat kepada ALlah, bagaimana kedua tokoh ini memiliki hubungan yang begitu Akrab dengan Allah sehingga mereka disebut sebagai Bapa Allah...


