Rabu, 17 September 2008

Bapa Allah


Firman Tuhan yang saya baca dari Matius 1 pagi ini ada 2 orang yang disebut sebagai "Bapa Allah"

Mat 1: 1 : "Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham" .

Sungguh hal yang luar biasa ke dua orang tokoh Alkitab diatas (Daud dan Abraham) di sebut sebagai Bapa dari Allah. Memang Yesus (Allah , yang menjadi manusia) adalah keturunan Abraham dan Daud, tetapi mengapa Alkitab dengan sangat lugas dan jelas serta menekankan bahwa Yesus Kristus anak Daud, nak Abraham.

Secara singkat kalau kita melihat siapa kedua tokoh ini ada satu kesamaan yang mereka miliki yaitu keduanya adalah orang-orang yang sangat bergaul akrab dengan Tuhan semasa hidupnya, mereka adalah orang-orang yang senantiasa setia kepada Allah sepanjang hidupnya.

Meskipun Abraham dan Daud tentunya juga manusia yang tidak sempurna, sepanjang hidupnya juga diwarnai dengan beberapa dosa dan kesalahan yang mereka lakukan. Kita tahu bagaimana Abraham salah dalam mengambil keputusan dengan menjadikan hagar sebagai istri, melakukan kebohongan karena ketakutannya di tanah Mesir (Kej. 12) tetapi Tuhan sendiri mengingatkan kebohongannya melalui Raja Firaun (Kej 2 : 17 - 19). Tetapi bagaimana kesetiaan Abrahan telah teruji dimana sepanjang hidupnya ia tidak penah berpaling dari pada Allah bahkan kesetiaannya ketika Allah mengujinya untuk mengorbankan anak yang telah dijanjikan Allah kepadanya(Ishak).

Demikian juga dengan Daud kesetiannya kepada Allah sampai akhir masa hidupnya, Bagaimana iman dan dan kasihnya kepad Allah semasa mudanya (lihat bagaiman responnya ketika Goliath menghina Allah), Bagaimana ketakutannya akan Tuhan Allah bahkan ia sendiri tidak berani menyentuh Saul sebagai orang yang telah diurapi Allah meskipun Saul sendir dengan segala macam cara ingin melenyapkan Daud dan Daud memiliki beberapa kali kesempatan untuk melakukan hal itu (1 Sam 24 dan 1 Sam 26). Bagaimana kerinduan hati Daud untuk bisa mendirikan Bait Suci Allah, meskipun Allah sendiri tidak mengijinkannya.

Sama seperti Abraham, Daud sendiri juga tidak luput dari dosa, dosa perselingkuhan nya dengan Betsyeba dan pembunuhan berencana terhadap Uria (Suami Betsyeba), dosa keangkuhan terhadap prestasin dan kejayaannya selama masa memerintah sebagai Raja orang Israel (2 Sam 24), Tetapi bagimana Ia begitu menyesali dan sangat menyesal atas setiap dosa yang telah dilakukannya. Bagaimana Ia begitu berkabung atas doa yang dilakukannya terhadap Betsyebad an uria, atau bagaimana ia berdebar-debar dan merasa sangat telah berdosa atas kesombongannya ( 2 Sam 21 : 10).

Bagaimana kedua tokoh ini begitu mencintai, takut dan taat kepada ALlah, bagaimana kedua tokoh ini memiliki hubungan yang begitu Akrab dengan Allah sehingga mereka disebut sebagai Bapa Allah...

Jumat, 12 September 2008

Ketika ku ditemukanNya...

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA


Terkenang kembali ketika pertama sekali Yesus menemukanku.
Ketika melalui lagu ini Ia meyingkap dan menyadarkan aku betapa aku adalah orang berdosa.
Betapa kehidupanku yang jahat, dan hidup yang tanpa alasan.

Saat itu yang aku sendiri sampai saat ini tidak bisa mengingat apa yang menjadi alasan ku pada waktu itu untuk ikut dalam suatu acara jam doa di Fakultas Hukum USU.
Yang aku tahu adalah seorang Anak Tuhan yang pada saat itu aku sedang dititipkan oleh kakak perempuanku "mondok" di kost-kosan nya selama aku mengikuti Bimbingan Intensif untuk persiapan UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di Medan pada tahun 1994.

Tetapi aku bersyukur jikalau aku pernah Ia hadirkan disaat itu karena aku tahu Ia sedang merajut jalan hidupku, menangkapku dan menjadikan ku anak Nya.

Disaat itu untuk pertama sekali aku bisa mengerti dengan jelas apa itu dosa.
Aku bisa merasakan bahwa aku berdosa, dan aku butuh keselamatan
Disaat itulah aku pertama sekali mengenal kasih karunia Tuhan, dimana aku bisa mengerti dan merasakan bahwa Yesus sedang menantikan aku dan mengatakan bahwa selama ini Ia telah menantikan ku untuk datang dan mengaku segala dosaku, dan akupun mengakuinya dalam doaku.

Dia hanya sejauh doa

Get this widget | Track details | eSnips Social DNA


Terkadang sering dalam hidupku dimana aku merasa betapa sepertinya Allah sangat jauh, ku merasa sepi dan kehampaan menghampiri diriku.

Dan lagu ini menyadarkan aku betapa pentingnya kehidupan doa dengan doa kita bisa lebih dekat, lebih akrab dengan Allah.

Allah itu begitu dekat, ia ada dalam hati kita dan kita dapat berbicara langsung denganNya melalui doa, Ia hanya sejauh doa....

Kepastian di tengan ketidak pastian


Maz. 37 : 23 - 29
Rom. 8 : 31 - 39

"Kepastian ditengah ketidak pastian"
Inilah kabar baik bagi setiap orang percaya yaitu orang yang telah diselamatkan (telah menerima karunia/anugrah keselamatan dari Yesus Kristus)

Kondisi dunia di saat yang semakin tidak menentu ini, krisis ekonomi global akibat pengaruh krisis kredit property (Subprime mortgage crisis)di Amerika yang selanjutnya di perparah dengan melonjaknya harga minyak dunia yang sempat menembus diatas level $ 100 per barrelnya. Bahkan di Indonesia sendiri kondisi ini semakin diperparah dengan kenaikan harga BBM, hilangnya minyak tanah dan kenaikan harga gas LPG belum lagi dengan ancaman krisi energi dan pangan yang menghantui seluruh dunia. Apa yang bisa dijanjikan masa datang dengan krisis beruntun dan multi dimensi ini?

Bahkan Chief Economist Deutsche Bank Group, Norbert Walter seperti yang dirilis oleh media Kompas.com, Kamis, 14 Agustus 2008. Memprediksi bahwa ekonomi global baru mulai pulih pada 2010. Tetapi ini adalah baru sebuah prediksi. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

Siapakah manusia di dunia ini yang bisa memastikan masa datang? tidak ada, tidak seorang pun yang bisa memastikan apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang, tetapi bagi setiap orang percaya tidak akan ada alasan untuk takut dan gentar dalam menghadapi masa depan.

Lewat Firmannya (yang kekal, ya dan amin) ia telah berjanji bahwa ada beberapa "Jaminan Kepastian" bagi masa depan orang percaya:

1. Kepastian bahwa Tuhan telah menetapkan langkah bagi orang yang berkenan kepadanya.

Siapakah orang yang berkenan kepada Allah, mereka adalah orang-orang percaya (yang telah diselamatkan dan diangkat menjadi Anak-anak Allah). Bagi orang percaya Tuhan akan senantiasa turut campur tangan dalam perjalanan hidupnya, mereka tidak akan pernah ditinggalkan.

Tuhan telah menetapkan langkah bagi orang percaya berarti juga bahwa setiap orang percaya memiliki tempat dalam rencana Tuhan dan tidak ada rencana Tuhan yang akan gagal dan rancangannya adalah selalu rancangan damai sejahtera.

2. Tuhan yang menopang tangan orang percaya.

Kesusahan, kesakitan, penderitaan dan pencobaan tidak akan pernah membuat orang percaya jatuh tergeletak karena Tuhan senantiasa menopang tangannya. Tangan/kuasanya (kuasa Roh Kudus) akan memampukan kita untuk bisa kembali bangkit, berjalan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan Allah. Roh Kudus Allah yang akan memapukan kita untuk melakukan ini.

3. Anak cucu oarang percaya tidak akan pernah meminta-minta.
Janji penyertaan, pemeliharaan Tuhan Allah kita tidak hanya untuk saat ini, dan beberapa tahun kedepan saja. Tuhan menjamin dan menggaransi kesejahteraan hidup sampai kepada anak cucu kita. Berkatnya juga turun atas anak cucu kita.

Satu hal yang penting kita ingat akan hal ini adalah kewajiban kita untuk memelihara anak kita dengan kasih serta pengajaran akan Firman Tuhan. Mewariskan Iman kepada mereka dan bukan Agama agar kelak mereka juga menjadi anak-anak yang berkenan kepada Allah.

4. Allah sendiri telah berkorban bagi kita.
Bukankah Allah sendiri telah mengorbankan nyawanya di kayu salib bagi keselamatan kita, bagaimana mungkin Allah tidak akan menyediakan kebutuhan kita dan senantiasa menjaga kita dimasa yang akan datang?

Bagi Tuhan memberi materi adalah hal yang mudah, bahkan nyawanya telah diberikan kepada kita, tetapi marilah kita mencari dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya maka semuanya akan ditambahkan (lebih dari apa yang telah ada) Nya kepada kita (Mat. 6:33)

5. Kita orang percaya adalah lebih dari pemenang.
Bukan hanya telah diselamatkan, tetapi bahkan kita lebih dari pemenang, menang dari segalanya. Menang dari rasa takut, menang dari kemiskinan, menang dari hukuman kekal.Tidak ada satu alasan pun untuk takut akan sesuatu, kecuali takut untuk berbuat dosa.

Inilah kabar baik bagi setiap orang percaya, kabar baik yang harus disampaikan kepad semua orang.......

(di sari dari Khotbah Ibadah Minggu di Gereja Kristen Pengabar Injil Pos PI Karawaci, Minggu 7 Sept 2008. Pengkotbah. Bpk. Pdt. Yan Antoni)

Song : "I Know Who Holds Tomorrow"

Sabtu, 06 September 2008

Kasih Karunia: Suatu Hadiah Cuma-cuma


Kata "kasih karunia" artinya sesuatu yang diberikan dengan cuma-cuma...tanpa harga atau kewajiban. Misalnya, apabila teman akrab engkau menawarkan hadiah kepadamu dan engkau mencoba untuk membayarnya, apakah itu masih dapat disebut hadiah? Tentu tidak! Sewaktu dia menerima uang dari padamu, bayaran itu menjadi hutang dia terhadap engkau! Dia kemungkinan akan merasa terhina, dan menarik kembali hadiahnya dan berkata: "Saya tidak memberikan ini kepadamu karena saya harus. Ini adalah hadiah. Apakah kamu mau menerima hadiahku?"

HADIAH: PADA SAAT KAMU MENAWARKAN SESUATU SEBAGAI GANTINYA, ITU BUKAN LAGI HADIAH. ITU MENJADI SUATU HUTANG!

"Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya." Roma 4:4

Hanya ketika engkau mengantongi kembali uangmu dan mengulurkan tangan kosongmu, barulah dia akan mengulangi tawarannya dan memberikan hadiahnya kepadamu.

Sama halnya dengan Allah menawarkan hidup yang kekal. Banyak orang mencoba untuk membeli hidup yang kekal dengan mentaati Sepuluh Perintah Allah, hidup baik, pergi ke gereja, atau pekerjaan agama lainnya. Tetapi Allah tidak akan membuat diriNya menjadi penghutang pada satu manusiapun! Dia tidak "berhutang" hidup yang kekal kepada siapapun. Dia akan menawarkan itu hanya sebagai hadiah!

KASIH KARUNIA: HARUS CUMA-CUMA

Ketika manusia berusaha untuk memperoleh hidup kekal melalui pekerjaan-perkerjaannya, dia tidak lagi menerima tawaran Allah untuk hidup yang kekal sebagai hadiah yang cuma-cuma, yakni, "Kasih Karunia."

"..bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia." Roma 11:6b

Tetapi hanya dengan "kasih karunia" Allah, Allah menyelamatkan kita!

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjannmu: jangan ada orang yang memgahkan diri."
Efesus 2:8-9

Oleh karena itu, Alkitab mengajarkan bahwa Allah menarik kembali tawaranNya untuk hidup kekal dari setiap manusia yang mencoba untuk mendapatkannya melalui pekerjaan mereka, dengan demikian merendahkan Allah, membuat Dia sebagai penghutang terhadap manusia berdosa.

"Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia." Galatia 5:4

Allah menawarkan hidup yang kekal sebagai hadiah yang cuma-cuma.
Kita harus menerimanya sebagai hadiah cuma-cuma atau tidak sama sekali.

Oleh sebab itu, berusaha untuk mendapatkan hidup yang kekal dengan melakukan hukum adalah menolak satu-satunya jalan yang Allah tawarkan untuk hidup kekal, yaitu melalui kasih karuniaNya! Dan ketika seorang manusia menolak tawaran kasih karunia Tuhan untuk hidup kekal, dia dengan bebas memilih untuk menghadapi penghukuman yang kekal.

(dikutip dari www.creationism.org)

Kemuliaan hanya bagi Nya


Mungkin tidak akan ada satu orang pun dalam kelompok sel (komsel) PDSK (Persekutuan Doa Supermal Karawaci) pada hari itu (5 Sept 2008) yang akan mengira kalau topik diskusi akan bergulir sejauh itu. Dari Topik pembahasan mengenai "Hati Yang Gembira Adalah Obat" yang merupakan topik khotbah pada Kebaktian PDSK 19 Agustus 2008 lalu.

Tetapi itulah dinamika kelompok kecil yang terkadang topik pembahasan bisa saja mengalir ke topik lain.

Sebenarnya ada banyak hal terutama mengenai pergumulan masing-masing kami pada waktu itu, mulai dari hal pekerjaan, keluarga dan tentunya tidak lupa mengenai teman hidup terutama bagi teman-teman yang masih single. Tetapi ada satu topik yang panjang lebar dibahas dalam pertemuan ini yaitu mengenai "Batak dan adat istiadatnya" dan memang dari 7 orang ada 4 orang dari kami yang berasal dari suku Batak. Panjang lebar dalam sharing itu kami membicarakan mengenai bagaimana sulitnya hidup sebagai orang Batak bila harus konsisten terhadap kebiasaan adat-istiadatnya terutama mengenai aturan paradaton yang sangat berat untuk bisa diikuti pada saat ini, sebagai contoh bagaimna ribet dan mahalnya acara dan biaya untuk pernikahan adat Batak dan bahkan untuk membahwa seorang cucu ke neneknya (Paebat ton pahompu - maaf mungkin penulisannya salah) saja harus dengan satu tatacara khusus dan kembali tentunya juga membutuhkan biaya yang lumayan besar, dan bahkan bagaimana sulit dan panjangnya proses yang harus dihadapi jika ada pernikahan campuran antara Batak dan bukan Batak.

Memang diantara kami orang Batak yang hadir pada saat itu tidak ada satupun yang memiliki pengalaman dalam "paradaton" Batak.

Sebenarnya secara pribadi saya sangat setuju dan salut dengan adat istiadat Batak terutama mengenai nilai kekerabatan yang sangat dijaga. Tetapi satu hal yang sangat sulit untuk saya terima adalah ada satu nilai "hasangapon" (kemuliaan dan kehormatan) yang selalu dicari. Bahkan tidak sering terjadi hanya karena sesuatu hal yang kecil dalam suatu acara adat karena hal tersebut diangap tidak menghormati suatu kerabat, bukan tidak mungkin hal ini akan menjadi masalah dan perdebatan serius. Bahkan hanya untuk mencari nilai hasangapon ini tidak jarang suatu acara adat dibuat begitu kompleksnya dengan melibatkan seluruh kerabat (bahkan dari luar kota) yang tentunya akan berujung kepda biaya yang besar pula.

Nah spirit inilah (spirit mencari hasangapon) yang sebenarnya harus dihindari, terutama bagi kita yang telah mengenal kasih karunia Tuhan. Bukankah sebenarnya kemuliaan itu hanya bagi Tuhan? Bukankan seharusnya dalam setiap hal termasuk perayaan yang kita lakukan harus untuk memuliakan Tuhan?. "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya" (II Petrus 3:18). Biarlah kemuliaan hanya Bagi Allah.

Adat batak sebagai sebuah budaya, hasil budi dan daya manusia tetap saja tidak sempurna dan juga tentunya tidak semuanya salah atau bertentangan dengan Firman Tuhan dan untuk itulah tentunya kita sebagai orang Batak (yang bersuku Batak) telah terlahir sebagai orang Batak) harus bisa memberikan penerangan agar budaya ini tetap lestari tetapi harus sesuai dengan Firman Allah.

Bingkisan:
video lagu Rohani Batak (Marolop-olop tonding ki):